Breaking News

Menu

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Agustus 2011

Meraih Kesuksesan

Meraih Keberhasilan
Oleh Rudhy Suharto*

Apa syarat yang paling penting dalam mencapai keberhasilan? Pertanyaan ini acap ada pada diri kita. Apalagi jika kita sering mengalami kegagalan. Hanya saja banyak orang sering salah mengartikan tentang arti keberhasilan itu sendiri. Keberhasilan selalu dikaitkan dengan keberhasilan-keberhasilan yang besar. Padahal kita tahu bahwa dalam mencapai keberhasilan besar, harus dimulai dari keberhasilan kecil.

Ketidakmengertian ini sering membuat kita frustasi. Seakan-akan kita ini hidup selalu dalam kegagalan. Tidak ada sikap optimis dalam diri kita. Sikap tidak optimis ini akan mengakibatkan kita pada keadaan yang menganggap bahwa keberhasilan itu bukan milik kita. Padahal kita harus yakin bahwa keberhasilan adalah hak setiap orang, termasuk diri kita. Kuncinya adalah bahwa keberhasilan itu harus diraih, bukan dinanti. Ia tidak akan datang dengan sendirinya. Ia akan datang pada orang yang telah siap untuk mendapatkan keberhasilan.

Kembali kepada keberhasilan kecil. Keberhasilan kecil yang dimaksud adalah keberhasilan-keberhasilan yang sering kita tidak sadar, bahwa sebenarnya kita telah melakukan sebuah keberhasilan. Sebagai contoh, jika kita berjanji pada seseorang untuk tepat waktu, dan kita dapat memenuhi janji itu. Maka kita sudah mendapatkan keberhasilan. Atau, jika kita hari ini berjanji untuk mengerjakan sebuah pekerjaan kantor hingga selesai. Maka kita sebenarnya sudah menjadi orang yang berhasil jika dapat melakukan itu.

Jadi, kita dapat mengukur keberhasilan yang kita capai setiap hari. Caranya adalah dengan membuat catatan tentang apa saja yang kita akan kerjakan dalam satu hari itu. Lalu kita bertekad untuk melaksanakan komitmen itu dan menyelesaikannya dengan baik. Maka kita dapat membayangkan hasilnya jika ini kita lakukan terus setiap hari, kita akan menjadi orang yang tepat waktu dan dapat mengerjakan sebuah pekerjaan sesuai dengan jadwal yang telah dibuat. Ini sebenarnya adalah sebuah keberhasilan besar, karena untuk mempertahankan sikap seperti ini memerlukan pengorbanan dan disiplin yang tinggi.

Dari keberhasilan kecil inilah nantinya akan lahir sebuah keberhasilan besar. Seperti halnya untuk menulis sebuah buku mulailah dari bab pertama. Untuk menulis bab pertama mulailah dengan alinia pertama. Untuk memulai alinia pertama mulai dengan kata pertama. Jadi, segala kerja besar pasti diawali dengan kerja yang lebih kecil. Dari kerja kecil inilah akan lahir sebuah kerja besar.

Hanya saja, masalahnya adalah tidak setiap orang mempunyai kemauan untuk mengerjakan pekerjaan yang kecil itu secara terus-menerus dan disiplin. Untuk mencapai keberhasilan itu ada beberapa syarat. Pertama, adanya niat yang kuat. Niat merupakan tekad mencapai sesuatu disertai dengan perbuatan. Di dalam mencapai sesuatu, niat merupakan kunci utama untuk mencapai keberhasilan atau kesuksesan sesuatu yang sedang dikerjakan, karena manusia tanpa tekad dan sifat optimisme yang tinggi maka segala sesuatu yang ia capai tidak akan mempunyai manfaat apa-apa bahkan gagal, karena yang ada pada dirinya adalah rasa tidak yakin atau pesimis akan keberhasilan sesuatu yang ia kerjakan.

Sikap pesimis ini amat bertentangan dengan kaidah Islam. Karena manusia yang tidak mempunyai keyakinan untuk berhasil atas sesuatu yang dikerjakan, padahal Allah selalu mengkabulkan sesuatu sesuai dengan yang ia niatkan, maka ia sudah berburuk sangka terhadap Allah. Dalam hadis Qudsi, Allah berfirman, “Aku tergantung pada prasangka hambaku.” (Niat-sugesti) terhadap diriku dan Aku selalu bersamanya apabila ia selalu mengingatku”. Dalam hadis lain Nabi bersabda, Bahwa segala sesuatu perbuatan harus dilandaskan dengan niat dan perbuatan itu sesuai dengan apa yang diniatkan (HR.Bukhari Muslim). “Perbuatan seorang muslim yang dilandasi dengan niat lebih baik daripada perbuatan yang tanpa niat”.

Niat inilah yang menumbuhkan kekuatan dari diri manusia. Dalam Islam, niat itu selalu dihubungkan kepada Allah. Allah adalah sumber pemberi kekuatan manusia. Dengan demikian, karena Allah adalah sumber kekuatan, maka manusia yang lemah, itu selalu berdoa kepada-Nya. Jadi, syarat kedua untuk berhasil adalah dengan berdoa kepada-Nya.

Doa ini menjadikan manusia tidak sombong atas keberhasilannya, dan doa ini juga menumbuhkan sikap optimis. Karena dalam doa ini terkandung sebuah makna bahwa Allah selalu bersamanya. Allah Maha Kuasa sedangkan manusia makhluk yang sangat lemah yang selalu tergantung kepada-Nya.Sebagai makhluk Allah yang lemah, manusia sangatlah sombong jika tidak mau berdoa.

Allah sangatlah murka terhadap orang-orang yang sombong. Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepadaku pasti Aku perkenankan. Dan orang-orang yang sombong (tidak mau berdoa) kelak mereka akan masuk ke neraka Jahanam secara hina (QS.Al-mukmin:60). Dan apabila hamba-hambaku menanyakan kepadamu tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku memperkenankan permohonan (Doa) seseorang bila ia memohon kepada-Ku. Karena itu hendaklah ia mentaati segala perintahku dan beriman kepada-Ku semoga ia selalu dalam kebenaran. (QS.Al-Baqarah:186)

Tentu saja niat dan doa tidak cukup untuk mencapai keberhasilan. Di samping dua hal tadi, syarat yang ketiga untuk berhasil adalah dengan ikhtiar (berusaha). Berusaha merupakan syarat untuk tercapainya sesuatu, tanpa usaha tidak mungkin akan tercapai sesuatu karena qudrat (kehendak) Allah, yang baik atau yang buruk, yang telah ditentukan kepada manusia tergantung usaha manusia itu sendiri mau yang baik atau yang buruk dan kesungguhan mereka dalam berusaha. Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib sesuatu kaum kecuali mereka sendiri yang merubahnya. (QS. Ar-ra’d:11) Tidaklah sama antara orang-orang mukmin yang tidak turut berperang yang tidak ada halangan dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwa satu tingkat. (QS.An-nisa:95) Berdoa saja tanpa berusaha adalah berkhayal yang tidak ada ujung pangkalnya dan dilarang oleh ajaran Islam.

Tentu saja, dalam berusaha kita tidak dapat sekedar berusaha saja. Usaha adalah sebuah kerja untuk mencapai sesuatu hasil. Dalam kerja juga dibutuhkan keahlian dan pendidikan. Di sinilah dibutuhkan sebuah langkah awal bagaimana kita dapat meningkatkan kemampuan dan keahlian kita. Jadi belajar adalah tugas pertama kita sebelum melakukan pekerjaan.

Tentu saja, dalam belajar kita bisa berhasil dan tidak. Tapi yang jelas kita telah berusaha semaksimal mungkin. Kunci dalam berikhtiar ini adalah keikhlasan, yang merupakan syarat keempat keberhasilan. Ikhlas secara bahasa artinya jernih atau murni, dan secara istilah adalah beramal tanpa dicampuri oleh sesuatu yang lain semata karena mendekatkan diri kepada Allah. Ingatlah, bahwa ibadah yang setulus-tulusnya itu, harus ditujukan kepada Allah. Karena itu beribadahlah kepada Allah Swt dengan Ikhlas beragama untuk Dia semata. (QS.Az-zumar:2 dan 3). Dan tidaklah mereka diperintahkan sesuatu, melainkan untuk beribadah kepada Allah Swt dengan Ikhlas, patuh mengerjakan agama dan mendirikan shalat, mengeluarkan zakat. Itulah agama yang lurus. (QS. al-Bayyinah:5)

Tak mudah memang untuk beramal dengan ikhlas. Karena dalam hati manusia ada setan yang selalu menggoda manusia yang lengah ketika sedang berbuat baik dan mengotori hatinya dengan riya (beramal tidak karena Allah atau karena sesuatu yang lain) atau kemewahan dunia. Sehingga untuk mencapai ikhlas ini, kita memohon kepada Allah dijauhkan dari sifat riya dan menjauhkan hati kita dari unsur-unsur yang selain Allah. Iblis berkata: Ya Tuhanku karena engkau telah mentakdirkan aku makhluk sesat, maka aku akan menggoda (anak-cucu Adam ) dengan keindahan dunia dan akan aku bawa mereka ke jalan yang sesat semuanya .Kecuali hamba-hambaMu yang ikhlas di antara mereka (QS. al-Hijr:39-40)

Ikhlas inilah senjata manusia dalam meniti sukses melawan godaan Iblis. Di dalam hati manusia inilah terletak pertarungan antara keikhlasan dan keriyaan, sehingga sulit dideteksi dari luar. Oleh karena itu, tak seorangpun yang tahu apakah ibadah seseorang itu ikhlas. Apakah sumbangan yang diberikan orang itu ikhlas atau tidak. Apakah ucapan-ucapan yang baik ketika berbicara dengan orang lain, itu ikhlas atau tidak. Semua itu hanya Allah dan orang itu saja yang dapat mengetahui, apakah ia ikhlas atau tidak. Dalam hal ini, Allah tidak menerima amal hambanya yang tidak ikhlas.

Dengan demikian, setidaknya ada empat hal untuk kita mencapai keberhasilan. Yakni; niat yang kuat, berdoa, berusaha dan keikhlasan. Jika kita dapat melakukan empat hal ini dengan benar, maka cahaya keberhasilan itu akan bersinar. Maka manusia yang demikian, akan menapaki hidupnya dengan sejuta harapan.

Sabtu, 27 Agustus 2011

Kata Mutiara Dan Motivasi Kehidupan

kata motivasi dan inspirasi diriBerikut adalah kumpulan kata-kata mutiara yang berasal dari berbagai sumber dan sebagian hasil pemikiran saya sendiri , saya posting dan arsipkan disini mudah-mudahan bisa menjadi bacaan santai yang bisa memberi inspirasi dan motivasi dalam semua aktivitas serta kehidupan.

Karena semua berawal dari kata, maka kata yang meng-inspirasi bisa membantu memecahakan semua solusi jika kata motivasi tersebut sinkron dengan kondisi masalah yang dihadapi.

* Inspirasi 1 :

Jawaban atas semua permasalahan yang ada di dunia manusia adalah bertitik tolak (ber-akar pada) tentang dari mana dia (Manusia) berasal - dan kemana (Manusia)akan menuju (free7)

* Inspirasi 2 :

Motivasi-Misi-Visi adalah satu paket, bila dipisah atau kurang salah satunya maka suatu tindakan akan mejadi tanpa arah atau tanpa kekuatan , dan kejenuhan, kegagalan, pelampiasan adalah efek-efek nya (free7)

* Inspirasi 3 :

Setiap manusia adalah arsitek kehidupannya sendiri. Dia membinanya seperti mana yang dikehendakinya namun selepas dia membina apa yang dikehendakinya, kadang kala dia mendapati bahwa dia tidak menyukai apa yang telah dibinanya dan mencari seseorang atau sesuatu untuk dipersalahkan daripada mencoba untuk menukar dirinya sendiri. (bebas)

* Inspirasi 4 :

Mudah atau Sulit - Rumit atau Sederhana - Menarik atau tidak menarik adalah "Sugesti pikiran" bukan fakta matematis (free7)

* Inspirasi 5 :

Kreativitas lebih penting dari pada ilmu pengetahuan (Albert Einstein)

* Inspirasi 6 :

Seseorang manusia harus cukup rendah hati untuk mengakui kesilapannya, cukup bijak untuk mengambil manfaat dari pada kegagalannya dan cukup berani untuk membetulkan kesilapannya. (bebas)

* Inspirasi 7 :

Jika anda mahu membuat sesuatu, anda akan cari jalan. Jika anda tidak mahu membuat sesuatu, anda akan cari alasan. (bebas)

* Inspirasi 8 :

Reaksi manusia sehari-hari adalah cenderung dengan Emosional dari pada Nalar Logika, Contoh: kenapa orang suka pakaian bagus, suka makan pete, suka beli barang mahal..semuanya di dasari Emosional (free7).

* Inspirasi 9 :

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan Maka apabila kamu telah selesai ( dari suatu urusan ) Kerjakanlah dengan sungguh-sungguh ( urusan yang lian ) ( Q.S. Alam Nasyrah: 6-7 )

* Inspirasi 10 :

Empat Hal Yang Tidak Mungkin Kembali Adalah : Perkataan Yang Sudah Terucap, Masa Lalu, Kesempatan Yang Lewat, dan Waktu Yang Terbuang Tanpa Hasil.. (Uswatun Chasanah, S.Psi.)

* Inspirasi 11 :

Orang pandai menyalahkan dirinya, orang bodoh menyalahkan orang lain. Lebih baik orang bodoh yang ingin pintar/maju dari pada orang pintar yang sok tau (free7)

* Inspirasi 12 :

Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi sering kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita. (bebas)

* Inspirasi 13 :

Dalam hidup, terkadang kita lebih banyak mendapatkan apa yang tidak kita inginkan. Dan ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan, akhirnya kita tahu bahwa yang kita inginkan terkadang tidak dapat membuat hidup kita menjadi lebih bahagia.(bebas)

* Inspirasi 14 :

Jangan sesekali menyalahkan kesilapan diri sendiri kepada orang lain karena orang yang tidak mengakui kelemahan diri sukar untuk berjaya. (bebas)

* Inspirasi 15 :

Tidak penting bagimu mengetahui harganya, tetapi penting mengetahui nilainya. (bebas)

* Inspirasi 16 :

Berdiam diri adalah unsur terbesar untuk membentuk perkara-perkara besar. (bebas)

* Inspirasi 17 :

Orang bijaksana tidak sesekali duduk meratapi kegagalannya, tapi dengan lapang hati mencari jalan bagaimana memulihkan kembali kerugian yang dideritainya. (bebas)

* Inspirasi 18 :

Yang telah berlalu biarkan ia berlalu, yang mendatang hadapi dengan cemerlang.(bebas)

* Inspirasi 19 :

Orang yang bahagia itu akan selalu menyediakan waktu untuk membaca karena membaca itu sumber hikmah menyediakan waktu tertawa karena tertawa itu musiknya jiwa, menyediakan waktu untuk berfikir karena berfikir itu pokok kemajuan, menyediakan waktu untuk beramal karena beramal itu pangkal kejayaan, menyediakan waktu untuk bersenda karena bersenda itu akan membuat muda selalu dan menyediakan waktu beribadah karena beribadah itu adalah sumber dari segala ketenangan jiwa. (bebas)

* Inspirasi 20 :

Fikirkan permusuhan kita akan dimusuhi, fikirkan kebencian, kita akan dibenci. Tetapi sekiranya kita fikirkan kasih maka kita akan dikasihi. Ini adalah undang-undang alam. Kita menjadi seperti apa yang kita fikirkan.(bebas)

* Inspirasi 21 :

Tiada siapa yang paling pandai dan paling bodoh di dunia ini karena setiap yang pandai itu boleh menjadi bodoh dan setiap yang bodoh itu boleh menjadi pandai.(bebas)

* Inspirasi 22 :

Sesuatu yang baik, belum tentu benar. Sesuatu yang benar, belum tentu baik. Sesuatu yang bagus, belum tentu berharga. Sesuatu yang berharga/berguna, belum tentu bagus.(bebas)

* Inspirasi 23 :

Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang Yang salah (tidak tepat) sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita Harus mengerti bagaimana berterima kasih atas karunia itu.(bebas)

* Inspirasi 24 :

Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya,sebab keelokan paras dapat menyesatkan.Jangan pula tertarik kepada kekayaannya, karena kekayaan dapat musnah.Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum,karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah,Semoga kamu menemukan orang seperti itu.(bebas)

* Inspirasi 25 :

Cinta adalah percikan kasih Illahi dalam hati setiap insani(free7)

* Inspirasi 26 :

Segalanya Akan Menjadi Indah Apabila Saatnya Telah Tiba............... Semoga bermanfa'at

Motivasi dalam kehidupan.

Life is wonderful with HIM ~ picture by =iNeddChemicalX of Deviant
 Art
Life is wonderful with HIM ~ picture by =iNeddChemicalX of Deviant Art
Kehidupan di dunia ini, tidak dapat tidak akan wujud dugaan-dugaan dan cabaran. Ibarat menongkah di tengah lautan, yang gelombangnya tidak dapat dijangka atau diteka.
Maka sebagai pelayar samudera yang penghujungnya tak terlihat ini,kita memerlukan bekalan semangat dan kekuatan untuk mengharungi badai cabaran dan dugaan.
Dan saya tidak nampak, apa motivasi yang terbaik dalam samudera kehidupan ini, selain merapat kepada Ilahi.
Pada saya, itulah dia motivasi kehidupan yang hakiki.

Tiada yang memahami, Dia ada
Ada manusia diuji dengan ujian mental. Dia buat baik, dia buat itu dan ini, tiada siapa pun mahu menghargainya. Dia senyum, orang tak balas balik senyumannya. Pendek kata, dia terasing sendiri dalam kehidupannya tanpa sesiapa memahaminya.
Dan kalau dia lakukan sedikit kesilapan, seluruh dunia mencacinya.
Jangan kata pada saya perkara ini tiada. Ada sahaja berlaku di mana-mana.
Tapi untuk manusia yang sebegini, sekiranya dia merapat kepada Ilahi, Ilahi sentiasa ada. Ilahi mendengar aduannya. Kalau dia membuka Al-Quran, Ilahi seakan berbicara dengannya secara terus. Dan janji-janji daripada Ilahi membuatkan dia kekal berusaha, kekal melakukan kebaikan, tanpa kisah akan penghargaan orang lain.
Padanya, nilaian manusia menjadi terlalu kecil, apabila dia melihat nilaian yang Ilahi ingin berikan.
Merapat kepada Ilahi, tertingkat kekuatan mentaliti. Sebab itu, orang yang benar-benar beriman kepada Allah SWT, tiada yang mengalami sakit mental. Pernah dengar ke sahabat Rasulullah, para tabi’in, da’ie-da’ie yang hebat kena sakit mental?
Walau diuji, walau diseksa, walau dibuang ke hujung dunia, walau seluruh alam tidak menerima mereka, mereka tetap hamba Allah yang utuh pemikiran dan jiwanya.
Kerna mereka sentiasa yakin, Dia itu ada, dan tidak pernah memungkiri janji-Nya. Ilahi memahami mereka. Tidak pernah bosan mendengar aduan mereka. Sentiasa memerhatikan, dan sentiasa mengira apa yang mereka lakukan.
Dugaan hebat, cabaran yang memenatkan, Dia ada.
Ada manusia diuji dengan kesukaran. Hingga diri rasa terhimpit ke hujung alam. Ada pula yang hidupnya tidak habis-habis diduga. Selepas satu, satu lagi dugaan tiba. Mungkin kalau orang biasa, mereka akan kelelahan, dan rasa hendak tenggelam dalam kelemahan. Kerana tiada tempat berpaut yang utuh.
Tetapi bagi yang merapat dengan Ilahi, segala dugaan adalah kecil. Malah dugaan dan cabaran itu sendiri kadangkala menjadi kegembiraan untuknya. Tanda Allah SWT tidak meninggalkannya dalam kesenangan yang menipu daya. Bila susah, baru mudah mengingatkan dirinya kepada Dia.
Sebab orang yang merapat dengan Ilahi, yakin bahawa Dia ada. Wujud memerhatikan mereka, mengira segenap kesusahan mereka. Bahkan mereka yakin bahawa Ilahi lah yang menurunkan segala dugaan dan cabaran, lantas mereka berkata: “Semua ini ada hikmahnya, dan kami tidak mengetahui”
Maka mereka menjalankan tanggungjawab mereka. Yakni hidup sebagai manusia tanpa putus asa. Berusaha, berusaha dan berusaha.
Tanpa kecewa.
Malah ada antara mereka, cabaran dan dugaan sudah menjadi seakan hiburan harian.
Masa senang, Dia ada
Ada pula yang terlalai dengan ujian kesenangan.
Kesenangan yang menipu daya, ibarat udara sahaja gayanya. Dihirup tanpa sedar. Namun ianya udara beracun yang merosakkan jika dihirup dengan kadar tidak terkawal. Virus ini akan membiakkan riak, takabbur, ujub, dan segala macam sifat mazmumah yang menghancurkan.
Namun bagi yang merapati Ilahi, mereka tidak akan tenggelam dalam hal ini.
Kerana mereka yakin Dia ada. Melihat dan memerhati.
Justeru mereka tidak akan sesekali melangkah ke tanah larangan-Nya. Segala kejayaan, kesenangan, semuanya dikembalikan kepada-Nya. Kerana yang merapati Ilahi yakin bahawa, semua itu hanyalah pinjaman-Nya sahaja.
Maka terlahirlah satu peribadi ajaib.
Bila susah dia bersabar. Bila senang dia bersyukur. Hanya yang merapati Ilahi mampu menjadikan ianya realiti.
Yang merapati Ilahi, semuanya ajaib
Saya memang tidak dapat tidak, tak mampu hendak meninggalkan perkataan ajaib kepada manusia yang merapati Ilahi dalam erti kata sebenar. Hal ini kerana, keyakinan, kekuatan, ketabahan dan kecekalan mereka bukanlah lahir sekadar dari kata-kata omongan sahaja. Bahkan ianya adalah amalan, manifestasi dari hati yang benar-benar kemas keyakinannya.
Ramai sahaja boleh berkata: “Allah ada”
Tetapi bila diuji, tunggang langgang juga kehidupannya. Hal ini kerana, Dia tidak mengingati Allah tika senangnya. Tika gembiranya, dia tidak merapati Allah SWT. Tidak bahagianya dia tidak bersama Allah SWT. Sebab itu bila dia sukar, walau mulut berkata Allah ada, di hatinya dia gelabah tanpa punca.
Kerna mereka yang tidak merapati Allah dalam erti kata sebenar(dalam seluruh kehidupannya) tidak akan mampu merasai kehadiran Allah ketika kesusahan mereka.
Justeru orang-orang yang merapati Ilahi adalah ajaib. Ya, bagaimana mampu istiqomah merapati sesuatu yang ghaib? Bagaimana boleh percaya pada pahala-pahala, ganjaran-ganjaran yang tidak kelihatan? Bagaimana boleh sabar dengan dugaan dan cabaran? Bagaimana mampu hidup tanpa penghargaan dan pujian?
Ajaib, ajaib, sangat ajaib.
Penutup: Ini motivasi tidak teruntuh, tidak bermusim
Merapati Ilahi, adalah dasar kepada segala motivasi. Motivasi ini tidak teruntuh, melainkan dengan menjauhnya kita daripada Ilahi. Motivasi ini juga tidak bermusim kerana sifatnya sepanjang masa, setiap masa, pada semua detik dan ketika.
Inilah kekuatan utama untuk pendayung kehidupan penuh pancaroba. Kerna, walau tersesat di tengah lautan tak berpenghujung, tanpa manusia di sisi, Ilahi tetap ada memerhati.
Ilahi tidak tidur. Tidak mengantuk. Tidak penat. Tidak terlalai. Tidak melemah.
Sedetik pun Dia tidak meninggalkan kita. Memerhati dan mengira, membantu dan memberikan tenaga.
Merugilah orang-orang yang tidak melihat motivasi ini da mengambilnya.
Inilah dia motivasi terulung, rahsia kepada kejayaan orang-orang beriman sebelum kita.